Siang berganti malam, dan bulan berganti tahun membawa diriku menuju awal masa keremajaan. Pada ketika pajar mulai menyingsing, adzan subuh yang hampir berkomandang aku dikejutkan oleh satu suara yang memanggilku. "Muhammad ayo.. bangun cepat nanti terlambat", memang benar waktu itu aku dan sepupuku akan diantarkan kesuatu pusat pendidikan di Banjarbaru Kalimantan Selatan tepatnya di Landasan Ulin km 23. Muhammad adalah panggilan keseharianku di tengah-tengah keluarga dan lingkungan dimana aku tinggal. Dengan berat aku memulai membukakan mata dan bangkit dari tempat tidur kerna aku masih ingin tidur apalagi udara subuh yang dingin semakin membuatku malas untuk bangun. Hemm,, dingin banget airnya, udara subuh menghembuskan anginnya tepat mengenai diriku membuat aku semakin kedinginan dan cepat-cepat aku menyelesaikan mandiku.
Seusai shalat shubuh aku, ayah, paman dan sepupuku mulai berangkat meninggalkan kampung halaman dimana aku dibesarkan dan dikasih sayangi. Desiran-desiran ombak kecil yang ditimbulkan oleh perahu kecil yang kami tumpangi dikegelapan subuh selalu menemani kami dari keheningan suasana pulau-pulau rumbia di pesisir sungai Negara sepanjang perjalanan menuju sebuah pelabuhan yang terdapat di Margasari (Kecamatan Candi Laras Selatan). "Banjarmasin, Martapura, mau kemana mang" kata salah satu supir taxi Margasari-Banjarmasin dengan serta merta dia mendekati kami yang baru menambatkan perahu di pelabuhan. "ka Martapura kah? ujar supir lagi, yang cuba menebak. "Ka Al-Falah" sahut pamanku singkat.